POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

Menjadi Mahasiswa terpelajar = menjadi Skeptis

Diposting oleh Suicune And the Pair of Heart On 03.17
terkadan kiki juga bingung bagaimana mulainya, akan tetapi entah dari kapan setiap kiki melihat segala sesuatu mulai terasa "ah ini pasti ada jeleknya" "ah pasti ada maen belakang" "ah nanti juga hasilnya jelek". ya begitulah sikap skeptis ini sering saya lakukan akhir-akhir ini, apalagi menjelang pasca pemilu 2009. saya jadi semakin skeptis karena melihat para calon legislatif mencalonkan diri,

apalagi kalau saudara-saudara melihat ke kampung halaman saya, niscaya yang namanya spanduk, bilboard, baleho atau apapun namanya dan memuat wajah calon legislatif laris nangkring di pinggir jalan bak jamur di musim hujan yang bersemai indah sepanjang pematang sawah *cie bahasa gue.



padahal semasa SMA ndak pernah loh mikirin sampe segitu dalam soal janji janji para caleg, paling hanya "Oh caleg ini namanya ini" udah gitu aja tanpa ada embel-embel "paling paling dia ntar gini"
semasa kuliah ini lah yang mulai membuat saya banyak berpikir terhadap politik, memang sih kuliah di hubungan internasional fakultas ilmu sosial dan politik universitas gadjah mada yang ternama itu membuat saya semakin skeptis.. betapa tidak, banyak sekali teori teori serta pemikiran yang di jejalkan kepada saya, sehingga pada akhirnya ketika menanggapin suatu kasus saya harus berpikir ulang dan sebagai imbas akhirnya.. pikiran negatif mengenai suatu kebijakan memang sering terlihat

apakah karena di HI sendiri di ajarkan tentang Perspektif Realisme yang mengajarkan bahwa semua keputusan atau hubungan pasti ada latar belakang kebutuhan dari masing masing aktor? sehingga KAMI para Mahasiswa Hubungan Internasional sendiri cenderung berpikiran negatif?
"ah ini pasti ada maunya"

apalagi kemaren waktu prabowo subianto meniru-niru langkah barack obama di facebook untuk menggaet para pemilih pemula. saya jadi berpikiran skeptis "ah paling juga terbengkalai, kan orang indonesia jarang bisa maintenance teknologi, ah itu hanya ikut-ikutan metode aja biar beken, ah paling juga gagal" ndak pernah dalam pikiran saya ada pikiran positif, "wah bagus ya sudah pake teknologi untuk kampanye!"

melihat sikap kiki ini, kiki jadi berpikir ulang, apakah karena telah belajar segala sesuatu di kuliah membuat kita bisa berpikir skeptis? benarkah?

2 Response to "Menjadi Mahasiswa terpelajar = menjadi Skeptis"

  1. adventura Said,

    bikin link dong, kaya gw
    terus link blog na http://openeva.blogspot.com

     

  2. Anonim Said,

    Rum Muhammad wrote:
    menjadi skeptis di tengah2 fungsi politik yang membusuk adalah penting. bahkan kalau mau jujur, di indonesia sekarang ini tidak ada yang layak dipilih. saya cenderung tidak memperhatikan individu sih, tapi sistem. jadi ya kalau sistem nya semua berfungsi dengan baik, ya oke oke aja. misalnya barack obama di US, ya pasti ada maunya; jadi presiden. tapi kan keberlangsungan sistem itu penting.

    kok dari tadi ngomong sitem, maksudnya apa sih? maksudnya yang penting ada hal yang bisa menjamin semua kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, dan hak-hak nya tidak dilanggar, siapa pun yang jadi pemimpinnya. seperti di amerika serikat. skeptis harus, membangun sistem juga harus. lalu bagaimana caranya?

    jangan banyak fokus di individu, jangan habiskan energi dan sumberdaya di pemilu atau pilkada2 yang superboros itu. berdayakan kembali aparatus negara. supaya fungsi2nya tidak kuyu. harus lebih banyak lagi orang yang persetan dengan politik, dan mengurusi masalah2 yang kayaknya gak penting - tapi justru inti dari sistem itu sendiri. seperti orang yang ngurusi dan fokus pada sapi-sapi, orang yang fokus pada saluran pembuangan, professional dalam merawat jalan raya, yang ngurusin dan hanya tahu urusan salak, yang tukang ngececk dam dll. nah yang kayak begitu yang diurus, untuk pilkada dan orang yang sibuk kampanye politik dicuekin aja. mereka gak ada gunanya kalau sistem jalan. toh semuanya mekanis jadinya nanti, sistem kemasyarakatan kita yang seperti itu lebih penting.

    btw, layoutnya sudah bagus ki, saya suka, simple dan gak marai mumet. heheheheheh

     

Posting Komentar

    Wh

    Blog Archive