POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

3G XL, kok tidak terdengar gaungnya?

Diposting oleh Suicune And the Pair of Heart On 16.01
Analisis kenapa 3G XL tidak menjadi Pilihan internet untuk mobile 3G, dan bagaimana XL bisa mengambil pangsa pasar 3G

Studi kasus Mahasiswa Fisipol UGM dan pelajar SMAN 3 Yogyakarta kelas 1,2,3



Tulisan inti ditulis untuk mengikuti Lomba karya tulis yang diadakan Oleh EXCELCOMINDO Tbk




Memasuki era globalisasi saat ini, masyarakat modern dituntut untuk mempunyai mobilitas yang tinggi. Mobilitas yang tinggi tersebut mendorong terjadinya kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan untuk memiliki mobilitas tinggi dalam mengakses Internet, Menurut miniwatts Marketing Inc 2008, hingga Januari 2008 ada 1.463.632.361[1] pengguna Internet di seluruh dunia. Naik sekitar 40% dari Jan 2007. Kenaikan mencolok terjadi di China dan India dimana jumlah penguna internet mereka tercatat nomor 1 dan nomor 2 tertinggi se Asia. sedang di Indonesia sendiri kenaikan penguna Internet dari tahun 2000 – 2008 mengalami peningkatan cukup signifikan tercatat sekitar 25 juta IP tercatat posisi Indonesia berada di rangking Lima dari jumlah pengguna Internet di Asia untuk lebih jelasnya bisa melihat bagan berikut ini



Melihat fakta diatas bisa dibilang pangsa pasar internet di Indonesia cukup besar tentunya. Dengan 25 juta IP address tercatat pada tahun 2008 sedang sebelumnya pada tahun 2000 hanya 2 Juta IP Address yang tercatat sedang mengakses Internet pada saat itu[2] istilahnya tingkat penetrasi Internet pada tahun 2000 hingga 2008 terhadap populasi Indonesia sekitar 10% pertahun dan mengalami peningkatan Hingga 1.150 %. Melihat lonjakan inilah saya berasumsi tingkat kebutuhan akan internet dari penduduk Indonesia sangat tinggi pertahunnya, dan berasal data dari lapangan sendiri menjamurnya akses internet yang ikut andil dalam peningkatan jumlah penguna Internet.





Budaya masyarakat Mobile


terdapat banyak sekali hal yang mendukun terjadinya masyarakat menuju ke arah masyarakat mobile, seperti tingkat Melek Internet, mudahnya akses Internet, kebutuhan masyarakat akan Gadget untuk berinternet.

Hingga pada akhirnya perkembangan terbaru terjadi di Indonesia jaman sekarang, berkat perkembangan teknologi hingga saat ini masyarakat mulai mengenal internet hingga internet dengan mengunakan Handphone dan PDA sebagai media internet terbaru mereka. Sehingga dengan mengunakan Handphone dan PDA keperluan mereka akan Sisi Ke Mobile-an yang selama ini tidak bisa di dapat dari pengunaan PC (Personal Computer) dan Notebook

Tentunya, dengan menggunakan PDA atau Handphone maka diperlukanlah suatu Jaringan Wireless yang menghubungkan perangkat mereka dengan jaringan Internet.



Peran Provider Selular dalam Masyarakat Mobile


Kebutuhan akan Jaringan Wireless untuk perangkat mobile tersebut itulah dalam kasus ini di Indonesia dimana teknologi baik itu GPRS hingga 3 G dan WiMAX sendiri bisa dibilang agak terlambat masuk ke Indonesia, dimana negara Jepang sebagai negara yang pertama yang menerapkan sistem 3 G Ini dimana Jepang sebagai pelopor 3G berhasil dan menjadi tolak ukur teknologi Internet wireless via Gadget[3], Oke lah bisa dibilang jepang menjadi BattleField pertama dalam percobaan teknologi Wireless 3G di dunia, dan meski pada akhirnya adalah adanya content untuk mendownload music dan kecepatan Internet wireless mobile yang berkembang pesat pada akhirnya.

Lalu apa yang terjadi di Indonesia? Yah memang bisa di bilang Indonesia cukup lambat dalam mengadopsi teknologi 3G di Indonesia. Terbukti dari sudah beredarnya dulu perangkat mobile yang men-Support 3G, dengan beredarnya perangkat mobile yang beredar mau tidak mau para provider sudah harus menyediakan jaringan 3G agar bisa meraup keuntungan dari persebaran gadget yang terlebih dulu ada di Indonesia.



Apa itu 3G?


Tentu banyak yang bertanya aap itu 3G? 3G berasal dari singkatan 3rd Generation atau merupakan turunan ke 3 dalam perkembangan teknologi Nirkabel


Ada pun perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Generasi pertama: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System)
  2. Generasi kedua: digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT
  3. Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.

Antara generasi kedua dan generasi ke-3, sering disisipkan Generasi 2,5, yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) & EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA[4]

Secara umum, ITU-T, sebagaimana dikutip oleh FCC mendefinisikan 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses:

  • Sebesar 144 Kbps untuk kondisi bergerak cepat (mobile). Misal dalam kereta api atau bis
  • Sebesar 384 Kbps untuk kondisi berjalan (pedestrian). Contoh sambil berjalan kaki di kampus
  • Sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik di suatu tempat. Contoh sambil duduk dan diam untuk beberapa lama





Bagaimana 3 G di Indonesia


Penerapan 3 G di indonesia sendiri terjadi pada tahun 2006, pada saat itu para provider belomba-lomba menerapkan dan menawarkan konten 3G ke para pelanggan Mulai dari kerja sama XL dan vodafone, Dunia 3G telkomsel hingga yang paling baru adalah gebrakan dari Indosat dengan brand baru yaitu Indosat IM2. Pada awalnya tentu kita ingat para provider berlomba lomba menawakan berbagai konten dalam pengunaan 3G, mulai dari Mobile TV, Video Call, download Musik hingga paket data akses internet mobila yang cepat

Akan tetapi pada akhirnya sama seperti kejadian di Jepang, paket data akses Internet mobile dengan kecepatan tinggi inilah yang paling banyak diminati dan terus bertahan hingga sekarang.




Meninjau Perilaku Konsumen Indonesia


Menawarkan suatu produk baru tentunya tak bisa jauh dari melihat perilaku konsumennya, teknologi 3G sendiri sudah tersebar secara Global dan menjadi instrument Globalisasi dimana dunia menjadi dunia yang tak mempunyai batas, dan komunikasi via internet membuat batasan batasan antar negara menjadi tereliminasikan dari dunia maya, tak pelak banyak orang beranggapan kalau banyak yang berpendapat kalau akan ada kesamaan perilaku di tingkat kosumen secara Global.

Tidak heran apabila ada yang menganggap perilaku konsumen telekomunikasi selular Indonesia adalah sama dengan perilaku konsumen global. Lihat saja acara televisi American Idol yang sangat digemari di Amerika, dengan metoda penilaiannya ditentukan oleh banyaknya SMS dukungan yang diterima oleh masing-masing peserta. Acara ini sukses diadopsi menjadi Indonesian Idol yang juga digemari pemirsa televisi Indonesia.

Namun hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Sebagai ilustrasi, jika di Amerika Serikat Palm Treo adalah produk PDA yang popular, di Indonesia popularitas Palm Treo kalah jauh dari Nokia Communicator. Kesuksesan Blackberry dengan fasilitas push e-mail baru-baru ini ternyata kurang bergaung di Indonesia. Dengan demikian berarti konsumen Indonesia memiliki preferensi dan standar penilaian sendiri.

Namun begitu, ketika operator yang berupaya menjual teknologi 3G ke pasar Indonesia,harus selalu menitikberatkan pada karakter masyarakat Indonesia yang menjadi konsumen. Perhatikan kasus berikut ini. Seperti kita ketahui masyarakat Indonesia cenderung tidak antusias membeli rekaman musik, baik CD maupun kaset. Alasannya adalah maraknya pembajakan yang berakibat mudahnya memperoleh CD bajakan atau file mp3. Namun menariknya, CD bajakan atau file mp3 tersebut ternyata tidak mampu menghalangi minat masyarakat Indonesia untuk membeli nada dering lagu-lagu yang sedang popular. Disinyalir pihak operator dapat meraup nilai penjualan milyaran rupiah untuk setiap nada dering lagu yang populer, untuk saat ini misalnya lagu berjudul “SMS” dari Trio Macan atau “Jablai” dari Titi Kamal

Berikut ini adalah Proyeksi angkatan kerja Indonesia, source : Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo (LD) ppt LIPI 20 Maret 2006


Maksud dari table ini adalah saya ingin menunjukkan bahwa penetrasi pasar di Indonesia bisa dikatakan cukup tinggi dengan melihat potensi penduduk yang ada, bahkan penduduk dengan “usia muda sampai dewasa” jumlahnya akan diperkirakan terus meningkat. Sehingga akan menjadi lahan subur bagi pebisnis selular di Indonesia.

Preferensi Siswa dan Mahasiswa di Jogja


Pada bagan pertama adalah hasil yang didapat setelah saya menanyakan provider selular utama mereka, dengan kata lain kartu yang sering mereka gunakan untuk berkomunikasi secara biasa (telepon dan sms)



Pada bagan kedua ini adalah hasil yang saya menanyakan apakah beberapa dari mereka mempunyai kartu provider lain selain kartu utama mereka


Pada bagan ketiga adalah hasil yang saya dapat setelah menanyakan kartu apa yang mereka gunakan untuk mengakses jaringan internet mengunakan handphone sebagai media aksesnya


Pada bagian terakhir survey ini

Saya mensurveykan tentang pendapat mahasiswa Fisipol UGM

Dengan sampel 50 orang



Perbandingan Harga

Perbandingan Harga

Mari kita bandingkan harga paket 3G terakhir dari ke 3 operator besar di Indonesia

Telkomsel

Dengan produk Telkomsel Flashnya telkomsel hadir membawakan paket internet connection with 3G dengan biaya berikut

Paket khusus wilayah JABODETABEK, BANDUNG, CIREBON, SOLO, MALANG, SEMARANG, dan SURABAYA

No

Package

Monthly Fee (Rp)

Speed

1

Basic

125000

up to 256 kbps

2

Advance

225000

up to 512 kbps

3

Pro

400000

up to 3.6 Mbps

Sedangkan untuk daerah lain yang tidak tercantum di atas tapi ada akses 3G

Berikut adalah paket yang ditawarkan:

Discount 50% untuk pembelian dari 1 nov 2008 - 31 januari 2009
No

Access Fee (Rp)

Volume (Mb)

Active period

1 5000 5 7 Days
2 20000 30 30 Days
3 50000 100 30 Days
4 100000 300 30 Days
Excess Usage Rp 1/kb
  • Excess usage: Rp.1/kb
  • Harga sudah termasuk PPn

Sumber http://www.telkomsel.com/web/hot_offering

INDOSAT

Dengan produk terbarunya Indosat IM2, indosat mencoba memberi solusi baru dalam dunia 3G

Dan paket terbaru mereka indosat IM2 broom Unlimited yang sekarang sedang di gandrungi oleh kaum mahasiswa di Yogyakarta.

Tarif dan Masa Aktif Broom Unlimited

Jenis Voucher

Harga

Masa Aktif

Masa Tenggang

Perdana

Rp 150.000

1 Bulan

180 Hari

Isi Ulang

Rp 100.000

1 Bulan

180 Hari

Sumber http://indosatm2.com/index.php/consumer-solution/internet-services/prepaid/broom

XL





Paket Xplorer 250 MB
Rp 99.000/bln*
Kuota 250 MB/bulan



Paket Xtion GB
Rp 279.000/bln*
Kuota 1 GB/bulan



Paket Xtreme 3 GB
Rp 499.000/bln*
Kuota 3 GB/bulan


* Belum termasuk PPN
- Kelebihan penggunaan akan dikenakan biaya


Sumber http://www.nyambungterus.com/index.php?xl=Nyambung.internet



Hasil Analisa saya

Melihat dari jumlah angkatan kerja yang saya ajukan sebelumnya, ini adalah potensi pasar yang besar bagi XL untuk meraup untung

Akan tetapi XL juga mempunyai kelemahan dalam pemasaran produk mereka

Pertama mereka tidak mempunyai segmentasi yang jelas pada pola pemasaran mereka

Pertama kali XL beroperasi, focus on mass (general) not specific target. Kurangnya segmentasi inilah yang sekiranya menyebabkan pelanggan XL jumlahnya lebih sedikit dari pada provider lainnya. Hal ini bisa dikaitkan dengan kesetiaan pelanggan, menurut DETIK.NET alasan orang segan berganti nomor selular adalah sbb : 21 % nomor sudah dikenal luas, 19 % coverage, 11% quality, 13 % cheaper.


Dari ketiga populasi yang menjadi sampel diatas, seharusnya sejak awal XL sudah memiliki target market yang jelas. Hal ini terbukti sangat ”manjur” untuk Indosat melalui IM3 nya, dimana sejak pertama kalinya memang diperuntukkan segmen kawula muda plus makin kesini makin gencar promosi dan eventnya sehingga terbukti ketiga populasi yang cukup representatif mewakili simbol teenagers memilih IM 3 sebagai selular mereka (suara tebanyak).

Masalah Iklan. Masih banyak orang yang beranggapan iklan XL masih menipu, bisa dilihat bahwa banyak dari mahasiswa beranggapan iklan XL yang muncul di media massa nilainya paling jelek ketimbang iklan produk selular lainnya

Masalah ke 3

Profit vs low profit

Kalau ingin menghasilkan profit, mengapa perang tarif dengan mengedepankan harga murah ?
Kualitas bagus, harga murah, maka volume yang akan bermain

Memang XL agak sedikit menyampingkan tarif dalam peperangan tarif 3G, sehingga preferensi dari sampel dalam penggunaan 3G XL minim sekali, sangat disayangkan padahal dilihat dari rival XL sendiri sudah mengeluarkan produk unlimited yang dinikmati masyarakat

Apalagi yang dicari konsumen adalah HARGA yang murah dengan Kualitas yang bagus


Bagaimana pengaruhnya terhadap persaingan antar operator selular?

As far as we know, hukum penawaran dan permintaan berlaku disini, dimana bisa kita lihat, karena teknologi telekomunikasi tidak jadi sebuah monopoli suatu perusahaan tertentu, jadi persaingan di ranah telekomunikasi bisa dibilang fair, akan tetapi sejauh jauhnya persaingan tersebut tentu kembali lagi ke penawaran dan permintaan, dimana para pelaku bisnis operator selular tentunya berusaha saling menawarkan produk mereka dan menggaet pangsa pasar sebesar besarnya. Sehingga semakin banyak konsumen yang mereka menangkan semakin banyak untung mereka





Ok, secara teori memang bisa dikatakan seperti itu, namun kita harus bisa lebih mencermati tahapan babak selular industri di Indonesia dengan mengadopsi tahapan PLC, dimana :

- Basic service, hanya berkutat pada layanan suara dan sms saja.

- Improving coverage, mulai meningkatkan jaringan seiring dengan pertambahan pelanggan

- Price driven, memasuki fase perang harga

- Service quality and value added services (VAS) driven


Indonesia berada dalam perang tariff dan akan segera menuju ke tahapan VAS, dimana pada tahapan VAS seing terjadi kasus frekuensi dropped called dan blocked called yang harus dihindari jika konsumen setia tidak beralih ke lain kartu. Frekeunsi dropped called dan blocked called sendiri terjadi karena server terlalu overcrowded sehingga bisa menurunkan mutu layanan.


Untuk menghindari penurunan kualitas, maka diperlukan :

Government intervention :

peran pemerintah sendiri dirasa penting sekali dalam kelangsungnya komunikasi di indonesia, agar tidak terjadi persaingan tidak sehat, maka pemerintah setidaknya harus mengantisipasi dengan beberapa hal

seperti


- Reducing Interconnection tarif (Apr,1 2008) for avoid unfair price competition, and to decreasing high selular tariff.


NEXT REGULATION :
- Controlling from Quality of service (QOS) side. (MENKOMINFO, M.NUH), saat Indonesia Broadband Summit di Hotel Ritz Carlton)
- 1. Tingkat sambungan yang dilakukan pelanggan
- 2. Bagaimana operator merespons keluhan pelanggan (call center)



Let’s see the red treads over my essay



Yah awang awang kalau ini judul aslinya sih kesimpulan, tapi biar keren dikit diubah jadi sedikit lebih kakkoi (keren dalam bahasa jepang.red)

Dari apa yang saya jabarkan dari awal

Bisa di simpulkan, peran operator di indonesia amat penting dalam masa penetrasi internet mobile di indonesia. Melihat mulai banyaknya animo masyarakat dalam mengunakan internet via gadget mobile itu sendiri saya rasa sudah saatnya XL bisa melakukan terobososan seperti provider lainnya.

Bisa dilihat animo pelajar dan mahasiswa di sample yang saya ambil cukup tinggi, ini di karenakan tingkat kebutuhan dan penetrasi internet mereka tinggi

· Untuk menjadi market leader, XL masih memiliki kesempatan. Dimana peetrasi masih sangat tinggi di Indonesia (survey and Asia mobile comm and mobile data market)

· Target market disini sangat penting, termasuk focus on consumers. Sebaiknya XL lebih harus berjuang untuk mendapatkan pangsa kawula muda di Indonesia dengan lebih intens mengadakan event, pengembangan fitur, dan promosi.

· XL : High promotion = Bad reputation, sangking banyaknya promosi yang dilakukan XL (gencar banget bahkan) hingga tiap hari saya selalu lihat muka luna maya, atau muka para simpanse yang ngomong soal XL, Bukannya muak atau bagaimana, ternyata hal ini justru membikin suatu ketidak jelasan bagi para konsumen untuk memilih XL, hingga di takutkan seperti hasil dari survey saya, hal ini berbanding terbalik dengan yang di harapkan

· Level of loyality XL consumers = 48 % (dari sample sebanyak 50 orang yang menggunakan XL lebih dari 2 tahun). Informasi ini dilakukan dengan teknik wawancara apabila diketahui pengguna mengisi kuesioner dia menggunakan XL.

· Kejelasan tarif baru untuk koneksi 3G, penurunan tarif dan gebrakan macam paket unlimited juga amat berpengaruh, bisa jadi karena melihat tarif paket 3G yang di patok oleh XL dirasa amat mahal maka banyak para konsumen mencari tarif termurah

· Perbaikan mutu koneksi transfer data di 3G XL, banyak sekali konsumen XL yang saya lalukan teknik wawancara mengeluh tentang susahnya mendapat sinyal untuk berinternet, terkadang sering pula putus di tengah jalan, munkin dengan pembangunan BTS BTS baru yang di khususkan untuk koneksi data 3G bisa membuat kualitas sinyal 3 G XL semakin bagus

Sekian dari saya

Terima kasih kepada

· Mas ryan : makasih atas pemberitahuannya tentang adanya lomba karya tulis ini

· Mas Ian : ianomicsob.blogspot.com atas bantuannya dalam membimbing kiki nulis essay ini

· Dosen THI saya, yang membuat saya muak mengerjakan tugas dan justru mencari pelarian dengan nulis essay ini

· Pada si lemot : yah semoga kau berhasil juga dalam mengikuti lomba tulisan ini

· Pada Fhariz, pipit, arin, dan nenek saya si fafa jilbab, makasih sudah mendengarkan keluh kesah saya yang rada gila ini

Spesialy untuk XL yang telah mengadakan acara ini, kalau misal ndak menang ya itung2 aja jadi saran buat XL supaya memperbaiki mutu dan kualitas mereka di masa depan


[1] Internet world Stats, www.internetworldstats.com/stats.htm di unduh pada 13 desember 2008

[2] Dalam situs Internet World Stats, http://www.internetworldstats.com/stats3.htm diunduh tanggal 15 desember 2008

[3] Wikipedia, 3G, http://id.wikipedia.org/wiki/HSDPA di unduh tangal 12 desember 2008

[4] Wikipedia 3 G http://id.wikipedia.org/wiki/3G di unduh 12 desember 2008

4 Response to "3G XL, kok tidak terdengar gaungnya?"

  1. Anonim Said,

    wah isi blog kiki membantu semua..weheheheheh..

    sankyu sankyu..

    sekalian berkunjung..wekekekeke


    -amie_evilzz@indoakatsuki.us-

     

  2. Anonim Said,

    Ki', bagus loh tulisan kamu...

    Mulai dari analisis fundamental tentang karakteristik servis ama korelasi dengan cara marketing dan implikasinya, jujur mudah dimengerti. Yang jelas apa yang kamu teliti emang bidangnya kamu. :) Ada karakteristik yang nggak tahu kenapa gua nangkap dari tulisan kamu (sorry lho ya kalau akunya yang bego. hehehe... :D ), yaitu tentang alasan kenapa XL masih dirasa tidak pantas untuk dipakai layanan 3G-nya. Banyak sekali poin-poin yang menunjukkan kenapa XL dirasa masih gagal menarik simpati. Rasanya lebih komplit lagi kalau kamu coba ulas langkah-langkah konkrit agar kejadian 3G tidak terulang lagi, mengingat sebentar lagi 3G akan ditinggalkan sedikit-sedikit untuk digantikan dengan LTE (Long Term Evolution) yang diyakini jadi cikal bakal 4G. Aku sendiri keknya lebih prefer kalau XL siap-siap sama teknologi 4G yang dibanding 3G, jauh lebih murah operasionalnya dan open source.

    Itu aja sih, secara keseluruhan dah bagus. Saranku tambahin aja tentang langkah konkrit 4G tadi, mengingat Indonesia mencanangkan diri untuk menguasai teknologi WiMAX (semacam 4G) dari anak bangsa langsung.

     

  3. ah iya gi, implikasi ke 4 G memang belum di bahas padahal Wimax sudah di canangkan oleh pemerintah akan tetapi memang sistem kita masih kurang mendukung ke arah sana, mungkin kalau XL memang niat yah.. kalah di 3G tapi untuk selanjutnya menang di 4G

     

  4. Anonim Said,

    Ya Allah bagus banged, salut aku ma kamu, ki. Bagus sangat bagus malah. duh smart banged sey dirimu hehehe...
    tapi ada yang terlupakan mengenai konsep purna-jual dan layanan kualitas, kan itu yang penting gimana memberikan perlindungan buat konsumen dong dan kejujuran dalam memberikan info.
    oke sukses yaaaa.....pasti menang sueerrr.

    Sukses,
    Prajadan Karana Putera.

     

Posting Komentar

    Wh